HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CAREER

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 34.204.176.125
Pengunjung : 407.572


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



Opini Siswa : Love and Save Our Earth


Selasa; 04 December 2012 [Yulius Paskalis Harmoko, TARAKANITA BENGKULU] - Artikel Umum

Bumi merupakan satu – satunya planet di Galaksi Bimasakti dengan 2/3 permukaannya ditutupi oleh air.  Bumi merupakan rumah bagi semua mahluk hidup, mulai dari ratusan bahkan milyaran tahun yang lalu.

Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, yang dipercayai oleh-NYA untuk memegang kendali di atas muka bumi. Tetapi dewasa ini, manusia seakan tidak lagi peduli dengan tanggung jawab besar ini.

Manusia terus melakukan banyak pembangunan, sayangnya pembangunan yang dilakukan oleh manusia, tidak lagi memperhatikan kestabilan lingkungan hidup. Hal ini menyebabkan semakin banyak  bencana alam yang melanda, dan seakan menjadi momok bagi ketenteraman hidup kita.

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya fenomena alam pemanasan global itu bisa terjadi walaupun tanpa campur tangan manusia. Pada ratusan tahun yang lalu, pemanasan global itu terjadi akibat dari aktivitas vulkanik, kebakaran hutan, maupun penyebab lainnya yang berasal dari luar bumi, contohnya aktivitas matahari, dan meteor. Sedangkan dewasa ini, akibat dari semakin banyaknya aktivitas  manusia proses fenomena alam menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Banyak sekali kegiatan manusia yang sangat merugikan bumi kita, di antaranya pembakaran sampah, penggunaan kendaraan yang berlebihan, yang berdampak pada terjadinya polusi udara selain itu eksploitasi minyak bumi yang berlebihan dan menggunakan bahan – bahan yang tidak ramah lingkungan, seperti plastik, Freon / CFC pada pendingin ruangan atau kulkas, penangkapan ikan yang berlebihan, pengrusakkan hutan dan terumbu karang, melakukan pemburuan pada hewan – hewan langka yang dilindungi, pembuangan limbah yang tidak pada tempatnya, penggunaan listrik dan air yang berlebihan, dan masih banyak lagi.

Setelah kita mengetahui akan berbagai kegiatan yang bisa merusak bumi kita, apakah kita hanya berdiam diri meratapinya ? STOP…! Jangan lakukan itu ! Kita harus bahu membahu saling membantu memperbaiki kondisi bumi kita yang sedang sakit ini.

Berbagai langkah untuk melakukan perbaikan itu antara lain : menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, melarang penggunaan pendingin ruangan dan kulkas yang mengandung zat CFC, hindari bahan aerosol pada deodorant atau produk-produk semprot lainnya, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, menghemat penggunaan listrik, dan air, mendaur ulang sampah, menangkap ikan di laut, sungai, atau danau dengan berat minimal 600 gram (seperti yang dianjurkan oleh WWF), melakukan gerakkan reboisasi dan gotong royong membersihkan lingkungan, wajibkan penghijauan rumah, hindari penggunaan plastik yang berlebihan, gunakan tas khusus belanja, saat belanja ke pasar ataupun supermarket, hemat penggunaan kertas, dan tissue, kurangi pembangkit listrik tenaga diesel, beralihlah ke pembangkit listrik tenaga surya, angin, panas bumi, dan air, membangun suakamarga satwa dan cagar alam untuk melindungi hewan – hewan dan tumbuhan – tumbuhan langka, mengurangi konsumsi daging, gunakan pemanas air tenaga surya, menggunakan lampu hemat energi, maksimalkan pencahayaan dari alam, dan bantulah lembaga – lembaga lingkungan lainnya untuk mensosialisasikan gerakan penyelamatan lingkungan, melalui berbagai media massa dan pesan eletronik, dan masih banyak langkah – langkah lainnya.

Kita manusia memiliki kewajiban untuk memelihara lingkungan ini dan bumi ini. Karena semuanya yang ada di bumi ini, memiliki hubungan dan ketergantungan dengan lainnya. Bila kita masih memiliki sikap sombong, tak mau tahu, dan cuek, siapa lagi yang akan merawat bumi ini ? Haruskah para nenek moyang kita yang selalu dekat dengan alam, marah dan mengutuk kita yang sekarang hidup di era pembangunan ? Yuk, jangan kecewakan mereka, dan jadilah ringan tangan untuk membuat kondisi bumi ini semakin baik.

LOVE & SAVE OUR EARTH, OUR HOME…







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :